Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menyebabkan ketegangan mata digital atau digital eye strain. Gejalanya meliputi mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga sulit fokus. Selain itu, cahaya biru juga menghambat produksi hormon melatonin — hormon yang mengatur waktu tidur — sehingga membuat seseorang lebih sulit terlelap meski tubuh sudah lelah.
Tidak hanya itu, penggunaan gadget hingga larut malam juga menstimulasi otak untuk tetap aktif. Kebiasaan scrolling media sosial sebelum tidur dapat meningkatkan aktivitas mental dan stres ringan, yang akhirnya memperburuk kualitas istirahat.
Untuk mengatasinya, disarankan menerapkan aturan “20-20-20”: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Kurangi penggunaan gadget satu jam sebelum tidur dan aktifkan mode night light untuk mengurangi paparan cahaya biru.
