Breaking News

Mitos vs Fakta: Masturbasi Bikin Mandul?

 


IDEAJA.COM Di era digital, informasi tentang kesehatan seksual beredar sangat cepat—sayangnya, tak semuanya akurat. Salah satu yang paling sering menimbulkan salah paham adalah anggapan bahwa masturbasi bisa menyebabkan mandul. Padahal, menurut penelitian medis, aktivitas ini tidak berpengaruh langsung terhadap kesuburan, baik pada pria maupun wanita.


Masturbasi merupakan bagian normal dari ekspresi seksual manusia. Aktivitas ini tidak merusak organ reproduksi, tidak menurunkan kualitas sperma secara permanen, dan tidak mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi sel reproduksi baru. Dalam konteks medis, masturbasi justru dianggap sebagai bentuk pelepasan dorongan seksual yang aman selama dilakukan dengan wajar.


Kesalahpahaman Umum dan Fakta Medis

Banyak yang beranggapan bahwa sering ejakulasi akibat masturbasi dapat mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan infertilitas. Faktanya, tubuh pria secara alami memproduksi jutaan sperma setiap hari. Jika ejakulasi dilakukan terlalu sering, jumlah sperma mungkin menurun sementara, namun akan kembali normal dalam waktu singkat. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara masturbasi dan kemandulan.


Pada wanita, masturbasi tidak memengaruhi proses ovulasi atau kesuburan. Aktivitas ini tidak mengganggu sistem reproduksi, rahim, maupun hormon yang berperan dalam kehamilan. Justru, masturbasi yang sehat bisa membantu seseorang mengenali tubuh dan meningkatkan kepuasan dalam hubungan seksual, tanpa risiko medis.


Faktor utama yang memengaruhi kesuburan umumnya berasal dari kondisi medis lain seperti gangguan hormon, infeksi, gaya hidup tidak sehat, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, atau stres kronis. Dalam banyak kasus, penyebab infertilitas jauh lebih kompleks daripada sekadar kebiasaan seksual.


Cara Menjaga Kesuburan dan Kesehatan Reproduksi

Kesehatan seksual dan kesuburan bisa dijaga dengan menerapkan pola hidup seimbang. Konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, cukup tidur, serta menghindari stres berlebihan merupakan langkah sederhana yang mendukung produksi hormon reproduksi yang stabil. Bagi pria, hindari paparan panas berlebih pada area testis seperti penggunaan laptop di pangkuan terlalu lama, karena dapat memengaruhi kualitas sperma.


Selain itu, komunikasi terbuka dengan pasangan juga penting. Banyak pasangan yang merasa canggung membicarakan topik ini, padahal keterbukaan justru memperkuat keintiman dan saling pengertian. Jika ada kekhawatiran terkait kesuburan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan atau andrologi agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat.


Masturbasi bukan penyebab mandul, melainkan salah satu bagian dari perilaku seksual manusia yang normal. Pemahaman yang benar membantu menghilangkan rasa bersalah atau takut yang sering muncul akibat mitos turun-temurun. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat memiliki pandangan yang lebih sehat terhadap tubuh dan seksualitasnya sendiri.

Type and hit Enter to search

Close